POHUWATO – Konflik yang berkepanjangan terkait tuntutan hak plasma masyarakat di wilayah Popayato kembali menjadi perhatian serius. Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, muncul kabar seorang warga perempuan asal Desa Milangodaa, Kecamatan Popayato Timur, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami tekanan psikologis yang berat.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Jenni Ema Tulung. Legislator dari daerah pemilihan Popayato Bersatu itu menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dialami warga dan berharap seluruh pihak dapat lebih mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam menyikapi persoalan yang sedang berlangsung.
Menurut Jenni, konflik mengenai hak plasma masyarakat tidak hanya berdampak pada aspek hukum dan ekonomi, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi sosial serta psikologis warga yang terlibat langsung dalam persoalan tersebut.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi yang dialami warga. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat harus diselesaikan dengan bijaksana dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Jenni.
Ia menilai situasi yang berkembang saat ini membutuhkan perhatian bersama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, perusahaan maupun tokoh masyarakat. Menurutnya, upaya penyelesaian konflik harus diarahkan pada terciptanya suasana yang lebih tenang dan kondusif agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Jenni juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara perusahaan dan masyarakat. Dialog yang konstruktif dinilai menjadi salah satu jalan untuk mengurangi ketegangan sekaligus mencari solusi atas berbagai tuntutan yang selama ini disuarakan warga.
“Semua pihak harus duduk bersama mencari jalan keluar terbaik. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian, ketenangan, dan ruang dialog yang mampu menghadirkan solusi yang adil,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, Jenni berharap proses penyelesaian persoalan plasma dapat berjalan secara objektif dengan tetap memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
Saat ini, warga yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis. Sementara itu, perhatian publik terhadap penyelesaian konflik plasma di wilayah Popayato terus meningkat seiring harapan masyarakat agar persoalan tersebut dapat segera menemukan titik terang.
Jenni menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Pohuwato akan terus mengawal perkembangan persoalan ini dan mendorong terciptanya penyelesaian yang tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga memperhatikan nilai keadilan sosial dan kemanusiaan bagi seluruh masyarakat yang terdampak.










