Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi mencanangkan rangkaian Festival Pendidikan yang dipusatkan di halaman kantor dinas setempat, Selasa (28/04/2026).
Pencanangan kegiatan diawali dengan jalan sehat yang dilepas langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga. Rute jalan sehat dimulai dari kawasan Pantai Pohon Cinta dan berakhir di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pohuwato.
Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala sekolah PAUD, SD, dan SMP, para pengawas, penilik, koordinator wilayah (korwil), serta guru dan tenaga kependidikan dari 13 kecamatan se-Kabupaten Pohuwato.
Selain jalan sehat, Festival Hardiknas 2026 juga dirangkaikan dengan berbagai agenda, mulai dari lomba seni, olahraga, hingga kompetisi profesional bagi para guru melalui karya tulis ilmiah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam, Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, Sekretaris Daerah Iskandar Datau, unsur Forkopimda, Asisten Administrasi Umum Ahmad Djuuna, Ketua PGRI Pohuwato, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ny. Risnawati Adam Ali, Ketua DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ny. Arnice Arman Mohamad, serta Ketua Komando Pohuwato Zulviana Mbuinga.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Hardiknas yang dinilai memiliki nilai strategis bagi kemajuan dunia pendidikan di daerah.
Menurutnya, momentum Hardiknas harus dimaknai melalui kegiatan yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
“Momentum Hardiknas ini harus kita maknai dengan kegiatan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Sebab, masa depan daerah ini sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang ditanamkan oleh para guru hari ini,” ujar Beni.
Ia juga menyinggung peran Ki Hadjar Dewantara sebagai inspirasi dalam membangun sistem pendidikan yang berkarakter dan berorientasi pada kemajuan bangsa.
Beni menilai semangat yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara harus terus dihidupkan, terutama dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan jiwa kepemimpinan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan menjadi kunci utama dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Pohuwato.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, sinergi semua pihak harus terus diperkuat,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Beni berharap rangkaian Festival Hardiknas 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi guru, kreativitas siswa, serta kualitas pendidikan secara keseluruhan di Kabupaten Pohuwato.










