Pohuwato – Viral di media sosial, Aksi debkolektor adu mulut dengan seorang perempuan di kecamatan Buntulia. Aksi itu menuai kecaman dari aleg dapil Kecamatan Duhiadaa dan Patilanggio.
Nirwan Due mendesak aparat penegak hukum dapat melakukan tindakan tegas atas aksi debkolektor tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Pohuwato itu menilai,cara mereka sama dengan aksi premanisme. Terlebih kejadian itu di lakukan terhadap perempuan yang sedang dalam perjalanan.
“Kalau aspek penegakan hukum terpenuhi dan wilayahnya aman dari premanisme, maka tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Nirwan melalui sambungan telepon.
Legislator ini juga menekankan bahwa praktik intimidasi dengan dalih apa pun tidak memiliki tempat untuk berkembang di Kabupaten Pohuwato. Menurutnya, pemberantasan premanisme adalah harga mati demi mewujudkan lingkungan yang harmonis dan tentram.
“Premanisme dan tindakan-tindakan yang meresahkan perlu diberantas. Di mana pun masyarakat berada, harus mendapatkan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.
Peristiwa yang memicu reaksi keras DPRD ini terjadi di Desa Duhiadaa, Kecamatan Duhiadaa, di mana rekaman adu mulut antara sejumlah pria tak dikenal dengan seorang warga setempat menjadi sorotan luas. Kejadian ini diharapkan menjadi momentum bagi kepolisian untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas penagihan utang yang disertai kekerasan atau ancaman.
*Rilis*











