Serikat.id – Salah satu media online yang memberitakan adanya pemindahan kubur secara paksa di Desa Balayo tidaklah benar. Hal tersebut dibantah oleh salah seorang kaka dari almarhum, Oku (62) yang meminta langsung kepada para pelaku usaha agar dapat membantu prosesi pemindahan kubur ke tempat yang lebih aman.
Kepada media, sapaan akrab tante Oku itu mengaku bahwa pemindahan kubur tersebut bukan dilakukan secara paksa. Melainkan sudah melalui tahap musyawarah keluarga agar kubur almarhum adiknya itu dipindahkan ditempat lebih aman.
“Itu lahan milik orang, baru kalau hujan sering ada genang air sampai-sampai batu nisan itu saja sudah tertimbun. Sudah lama itu mau di pinda tapi kami terkendala dengan biayanya, dan alhamdulillah ada para penambang yang bisa membantu,” ucapnya
Ia menegaskan, bahwa pemindahan kubur tersebut sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang semestinya dilakukan.
“Sebelum pemindahan sudah ada yang melapor sama kepala desa juga, bahkan waktu pada saat pemindahan itu kami keluarga juga menyaksikan langsung. Ada Imam desa juga yang membantu proses pemindahan itu sampai selesai,” lanjutnya
Trakhir, perempuan paruh bayah itu menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak penambang rakyat yang telah membantu dirinya dan keluarga hingga prosesi pemindahan kubur selesai.
Kades Balayo kecamatan patilanggio Nanang Polumuduyo membenarkan pemindahan kuburan tersebut telah terjadi berdasarkan kesepakatan bersama.
“Kalau keluarga tdk sempat sampaikan kesaya , cm inpo begitu pak atas kesepakatan keluwarga bahwa kubur itu sering kena banjir,”. Jelasnya.
*Rilis*