Pohuwato – Aparat gabungan lakukan penertiban Aktivitas pertambangan di kabupaten Pohuwato sejak awal tahun. Alhasil, sebanyak 11 alat berat telah di temukan berada di lokasi,empat di antaranya telah di angkut ke Mapolres Pohuwato.
Penindakan ini mendapatkan respon dari beberapa petani,dari Video yang beredar para petani bersyukur atas adanya penertiban aktivitas pertambangan. Namun,dibalik penindakan itu,terdapat masyarakat yang kena dampak,salah satu tukang ojek tambang.
Jumlah tukang ojek khususnya di wilayah tambang Hulawa kecamatan Buntulia di perkirakan mencapai ratusan orang. Mereka mengandalkan motor butut untuk melanjutkan hidup,sebagian besar di antara mereka putus sekolah. Ojek tambang jadi salah satu cara mereka mendapatkan uang kebutuhan pokok,anak sekolah dan kebutuhan lainnya.
Kadu, salah satu Masyarakat yang di temui awak media ini mengatakan tambang jadi roh kehidupan baginya.
“Alhamdulillah saya sudah berapa tahun mencari di sini. Sebagai ojek tambang di Hulawa ini, pendapatannya lumayan cukup,” ungkapnya saat ditemui di salah satu pos ojek tambang. Selasa 13 Januari 2026.
Masih kata Kadu, rute yang ia tempuh tak hanya tambang dekat,namun juga Tambang yang jauh dan mendaki.
“Saya ojek dari pos sini sampai tambang Alamotu, Ilota Kiri, Potabo, sampai Ilota Kanan,” paparnya.
“Kalau penertiban saya rasa tidak terlalu berpengaruh, karena hanya dilakukan beberapa hari,”. Jelasnya.
Lebih Lanjut kata Kadu, Kesulitan tukang ojek berada di jalan yang di lewati, dimana mereka harus menyusuri sungai sebagai akses satu – satunya.
“Kendalanya itu kalau banjir. Kalau banjir, kita agak susah melewati jalan ke tambang,” ujarnya.










