Pohuwato – Aliansi Masa – Rakyat Melawan (AMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD kabupaten Pohuwato. Masa menyuarakan aspirasi mereka di hadapan para wakil rakyat.
Rahmat dalam orasinya menyebut DPRD dan pemerintah tak berbuat apa – apa saat desa Hulawa belum lama ini dilanda banjir. Ia menduga, air bercampur lumpur tersebut berasal dari aktivitas perusahaan pertambangan.
” Sudah dua kali banjir Hulawa,maka patut di pertanyakan AMDAL milik perusahaan,”. Ucapnya dengan tegas.
Sementara itu, Ketua DPRD kabupaten Pohuwato menegaskan akan melakukan rapat dengar pendapat terkait AMDAL di semua perusahaan yang beraktivitas di Pohuwato.
” Jadi saat ini ada beberapa anggota DPRD yang lagi mengikuti kegiatan partai,ada Gerinda nanti Golkar juga, semua perusahaan akan kita undang untuk bahas AMDAL dalam waktu dekat,”. Kata Beni.
Unras tersebut di warnai pembakaran ban, bahkan dalam orasinya Rahmat menyebut jika DPRD tidak mampu melahirkan solusi atas nasib penambang yang berada di 100 Ha,maka di sarankan memakai rok.
Mendengar ucapan dari orator, wajah Beni Nento langsung berubah, beruntung Nasir Giasi ketua Komisi III juga hadir saat itu langsung mengambil alih dan memberi jawaban atas tuntutan para pendemo.










